Cara Jadi Pengusaha

Cara menjadi pengusaha semakin banyak ditulis dan kemudian dijelaskan dalam bentuk beberapa seminar yang semakin sering terjadi di seluruh Indonesia. Cara menjadi pengusaha juga sudah mulai disosialisasikan pada usia kuliah untuk membentuk jiwa entreprenership sejak dini. Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Karena semakin banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak pengangguran yang bisa diserap

Saat ini pengangguran di Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika diasumsikan setiap usaha merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu pemerintah. Dengan tersedianya lapangan kerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Saat ini Indonesia masih memiliki 40 juta rakyat miskin, sebuah jumlah yang sangat besar. Jika 1 pekerja menghidupi 1 istri dan 1 anak, maka setidaknya 3 juta orang tertolong dengan hadirnya 1 pengusaha. Oleh karena itu, jumlah pengusaha harus ditingkatkan lagi agar semakin banyak orang tertolong.

Cara menjadi pengusaha sudah banyak ditelurkan oleh beragam motivator maupun berbagai lembaga. Karena memang Indonesia sangat membutuhkan sosok pengusaha yang banyak dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Karena pengusaha juga merupakan penyumbang pajak bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, APBN kita 70 % lebih dibiayai oleh pajak. Jika jumlah pengusaha semakin banyak maka jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan taraf hidup di Indonesia dan untuk kesejahteraan Anda sendiri.

Cara pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada dasarnya beresiko.

Cara menjadi pengusaha yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Banyak pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya perbankan berebut menawarkan modal kepadanya. Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar di belakang. Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri Anda untuk bermimpi. Ketika mimpi dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata.

Selanjutnya, beranilah berbeda. Ditengah pasar yang kompetitif, menjadi beda adalah hal yang penting. Jika Anda membuat sesuatu yang sama dengan kompetitor Anda, maka produk atau jasa Anda peluangnya berbagi dengan kompetitor Anda. Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru, tidak perlu kecil hati karena Anda bisa memilih bisnis yang masih memiliki prospek pertumbuhan di masa mendatang. Salah satunya adalah bisnis di sektor telekomunikasi. Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan. Kalaupun ditengah perjalanan ada kegagalan, itu merupakan hal yang sangat biasa. Dengan demikian kita memiliki pengalaman karena lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir. Jika sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, maka Anda harus membangun mindset seorang pengusaha. Dengan mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu mengatasi segala masalah

Tawaran Kerjasama

Proyek lain yang sedang dibidik adalah lahan di dekat Puri Depok Mas, bentuknya seperti huruf P, jalan masuk pribadi dengan lebar 4m sepanjang 15m ke dalam. Luas lahannya sendiri 1400m, dengan dimensi lebar 35m dan panjang 40m. Dengan lebar jalan masuk tetap 4m dan lebar jalan row 5m (ada 2 row), dan panjang kavling masing-masing 10m (ada 3 row), jadi pas 40m. Situasinya seperti gambar berikut ini :

Panmas

Dari gambar remang-remang di atas dapat dihitung ada berapa kavling yang bisa dibuat. Hitungan saya akan ada 12 kavling, masing-masing 3 kavling berukuran 90m2, 7 kavling berukuran 80m2 dan 2 kavling berukuran 70m2. Luas total lahan efektifnya 970 m2 sehingga efektivitas lahan, proporsi lahan yang bisa dijual terhadap luas total adalah 69 persen; gak terlalu bagus, tapi gak jelek juga. Harga lahan yang ditawarkan Rp. 1,3jt/m2 dan katanya masih nego. Saya cenderung gak mau nawar terlalu rendah. Sudahlah, kalo saja dikasihkan seharga 1.25jt/m2 OK juga, sehingga total dana yang dibutuhkan sebesar 1.75m atau harga lahan efektifnya Rp. 1.810.000/m2. Jadi untuk kavling berukuran 70m, hitungan dasarnya Rp. 126,7jt dan untuk kavling dengan luas 80m2 harga dasarnya Rp. 144,8jt serta kavling berukuran 90m harga dasarnya Rp. 162,9jt. Tawaran kepada pemodal, bisa per kavling, dimana sertifikat tiap kavling akan jadi bukti kepemilikan modal, untuk tahun pertama dengan roi 20%, harga per meternya adalah Rp. 2.175.000/m2, sehingga yang pegang sertifikat kavling 70m akan menerima Rp. Rp. 152.040.00,- dan pemegang sertifikat kavling 80m akan menerima Rp. 174 jt dan kavling 90m2 akan menerima Rp. 195.750.000. Jika dalam setahun masih ada unit rumah yang belum terjual, maka untuk yang belum terjual tadi pada tahun kedua roi-nya ditambah 10 persen, jadi 30 persen. Harga rumah juga akan dinaikkan, tidak linier sih, tapi akan ada kenaikan karena harga tanahnya naik. Harga investor di tahun kedua adalah Rp. 2.350.000/m2, sehingga pemegang sertifikat kavling 70m akan menerima Rp. 164,5 jt, kav 80m Rp. 188jt dan kav 90m Rp. 211,5jt.

Cukup menarik bukan ? Kalo uang tadi disimpan di deposito hasilnya cuma sekitar 6 persen per tahun. Mungkin ada yang lebih tinggi, tapi jauh di bawah hasil investasi ini. saya sudah janjian untuk survei lahan hari Minggu, 23 Februari 2014. Mudah-mudahan hasilnya sesuai harapan.

Ada punya dana ? kenapa tidak diinvestasikan saja ? bisa per kavling kok. Tertarik, hubungi saya di mmuchdie@gmail.com atau tinggalkan pesan di sini..

Kluster Baru, Unit Terbatas

Silahkan dipelajari Brosur ini, berminat hubungi no tepl kami :

Brosur Mampang1

Brosur Mampang2

Pemulung yang Sukses

Mesin Penghasil Uang, Emang Ada ??

Siapa sih yang enggak pengen kaya raya dengan uang berlimpah ? Kata Kiyosaki, untuk memperoleh pendapatan kita bisa dapat dari 4 sumber; yang dia sebut “cashflow quadrant”. Bekerja untuk orang lain, artinya kita bekerja dan mendapat upah dengan aturan-aturan tertentu. Bekerja mandiri, artinya kita bekerja untuk diri kita sendiri. Waktu bisa kita atur sendiri, aturan kita buat sendiri; hasilnya juga akan sangat tergantung kita. Gak ada upah disini. Bekerja untuk orang lain dan bekerja untuk diri sendiri disebut juga kuadran aktif. Artinya kita perlu curahan waktu. Di kuadran pasive waktu itu tidak penting karea kita bisa pake waktu orang lain, tentu saja dengan sejumlah biaya. Bisa dengan cara mengembangkan sistem bisnis yang dapat dikendalikan. Disini bisa juga pake bisnis orang lain. Yang terakhir, dengan cara berinvestasi, yaitu dengan membuat bagaimana uang kita bekerja untuk kita. Katanya, ada mesin yang bisa menghasilkan uang, mesin penarik uang yang secara dahsyat akan mengisi ATM kita. Beberapa orang sudah memberi testimoni. Bisa dikunjungi di http://www.akukayaraya.com/?id=Eid. Kalo yakin dengan mesin ini bertindaklah.

Cerita dari Mereka yang Hidup dari Bisnis Rongsok…

Mendengar kata ‘rongsok’ kita dapat menyimpulkan dengan barang bekas yang sudah dibuang dan tidak dapat dimanfaatkan lagi, namun bagi pemulung dan pengusaha barang rongsok, rongsokan dapat menjadi sebuah penghasilan yang dapat diperjualbelikan dan menjanjikan. Karena yang aku tahu setiap orang yang mempunyai usaha seperti ini, mereka dapat mencukupi biaya hidupnya dan tidak sedikit dari mereka dapat menunaikan ibadah haji, seperti ibuku.

Rongsokan bekas kaleng minuman

Rongsokan bekas kaleng minuman

Seorang pemulung mencari rongsok untuk dijual pada pengusaha yang membeli barang-barang rongsok tersebut, kemudian dijual lagi ke pabrik atau lapak-lapak yang lebih besar, namun tidak semua rongsok dapat dijual dan didaurulang lagi. Kebetulan orang tuaku seorang pengusaha rongsok, dan rumahku yang berada di Jalan Penganten Ali, RT17/RW 06, Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur menjadi lapak barang rongsokan. Jadi aku sedikit tahu rongsok apa saja yang dapat diperjualbelikan. Rongsok tersebut seperti: besi, logam (almunium, kuningan, tembaga, kuali, tebel, dan babet), seng, kertas (bekas kerdus, buku-buku bekas), plastik (plastik kresek hitam, bekas tempat air mineral, paralon).

 

Rongsokan stainless

Rongsokan stainless

Kabel Alumunium

Kabel Alumunium

Hampir setiap hari pemulung datang untuk menjual rongsoknya ke rumahku, sehingga rumahku penuh dengan rongsok-rongsok dan terkadang jika aku libur kuliah seperti saat ini atau bila aku kuliah siang, aku menyempatkan diri membantu membereskan ronsok-rongsok atau mengupas kabel untuk diambil tembaga dan almuniumnya. Orangtuaku membeli rongsok-rongsok tersebut dari pemulung, orang yang menyimpan rongsok, pabrik dan terkadang dari rumah sakit, kemudian menjualnya ke lapak yang lebih besar. Kenapa tidak langsung menjualnya ke pabrik, ya?

Dari Rongsok Aku Meraup Rupiah3

Alasannya ternyata karena jika menjual langsung ke pabrik peleburan besi dan logam harus sekaligus banyak, minimal satu truk. Jika jumlahnya sedikit dan dipaksakan menjual langsung ke pabrik, akan merugi karena biaya perjalanan cukup besar, sedangkan harga barang murah (untuk jenis besi). Biasanya yang menjual langsung ke pabrik adalah pengusaha yang lebih besar. Mereka dapat menjual besi dan logam hingga dua truk besar. Sedangkan jenis tembaga dan almunium tidak dijual langsung ke pabrik karena orang yang menjual barang-barang jenis ini sedikit. Sepengetahuanku mereka menjualnya ke peleburan logam yang berada di daerah Pulo Gadung Jakarta Timur, karena dulu aku pernah mengantarkan barang di pabrik tersebut. Setelah rongsok dibeli dari pemulung, tidak langsung dijual, namun harus dipilah-pilah mana yang harganya murah dan mana yang harganya mahal. seperti halnya tembaga yang merupakan barang paling mahal dibandingkan besi dan plastik.

Seorang pekerja sedang mengupas kabel

Seorang pekerja sedang mengupas kabel

Barang-barang rongsok yang dipilih, harus dikumpulkan dengan sesama jenisnya, seperti tembaga dengan tembaga. Tembaga pun dibagi menjadi bermacam-macam jenisnya seperti Tembaga Merah (TM), Tembaga Bakar (TB) dan Tembaga Dinamo.

Tembaga Merah (TM)

Tembaga Merah (TM)

Tembaga Bakar (TB)

Tembaga Bakar (TB)

Biasanya Tembaga Merah berasal dari kabel-kabel besar yang sudah dikupas, namun terkadanag kabel-kabel kecil harus dibakar terlebih dahulu, karena bentuknya yang kecil sehingga susah dikupas, sedangkan kabel-kabel ini setelah dibakar akan menjadi jenis Tembaga Bakar (TB) dan Tembaga Dinamo, biasanya dari bekas AC. Alumunium pun terbagi menjadi beberapa jenis seperti almunium siku, plat, panci, tuis (dari kabel), obset, rongsok (bekas kaleng minuman ringan), kuningan dan stainless.

Harga-harga barang;

1. Tembaga merah (TM) = Rp.54.000,-

2. Tembaga bakar (TB) = Rp.50.000,-

3. Tembaga dinamo = Rp.48.000,-

4. Plat = Rp.11.000,-

5. Tuis = Rp.9.000,-

6. Obset = Rp.13.500,-

7. Rongsok = Rp.9.500,-

8. Besi = Rp.2.800,-

9. Kawat / paku = Rp.2000,-

10. Plastik = Rp.1000,-

11. Kardus = Rp.700,-

12. Kuningan = Rp.30.000,-

13. Stainless = Rp.13.000,-

14. Siku = Rp.14.000,-

Harga-harga tersebut adalah harga baru yang sudah turun. Dari jenis tembaga turun sekitar Rp.4.000,-an, almunium turun Rp.500,-  dan besi turun Rp.300,-. Walaupun demikian, harga tembaga dan barang lainnya tidak bisa stabil, terkadang naik dan tiba-tiba turun dengan drastis. Turun naiknya barang tidak berimbang, biasanya naiknya hanya Rp.1000,- untuk jenis tembaga dan Rp.100,- untuk jenis besi dan almunium. Seperti halnya pada saat menjelang lebaran tahun 2008, harga Tembaga Merah berkisar sampai Rp.68.000,-/kg sedang besi waktu itu sampai Rp.5000-an/kg, namun setelah lebaran harga-harga turun. Harga Tembaga Merah (TM) yang sebelum lebaran biasa mencapai Rp.68.000,- turun menjadi  sekitar Rp.40.000,-. Sampai sekarang pun harga-harga tembaga dan logam tidak pernah stabil.

Halaman samping rumahku menjadi tempat pembakaran barang rongsok

Diceritrakan oleh : 

Tips Bisnis Wirausaha Muda

Dalam buku terbarunya, Wirausaha Muda Mandiri, Rheinald Khasali merangkum pengalaman beberapa wirausaha muda sukses. Termasuk tip sukses mereka. Silakan simak, siapa tahu Anda bisa belajar darinya.

 
1. Nikmati indahnya berpikir kreatif
 
Menjadi kreatif berarti selalu membuka pintu dan mengeksplorasi pilihan-pilihan. Seperti kata John C Maxwell, “Bakat saja tidak cukup. IQ juga tidak. Semua baru menjadi potensi, dan setiap potensi perlu menemukan pintunya.” Caranya? Berani mencoba.
 
2. Kekuatan kesederhanaan
 
Tip ini berasal dari pengalaaman sukses Firmansyah Budi Prasetyo, pemilik Tella Krezz. Ia berhasil menaikkan gengsi singkong menjadi sama dengan french fries dan snack impor lainnya. Kunci sukses para pemikir sederhana, mereka mengerjakan hal-hal yang sudah dikenali dan akrabi sejak kecil.
 
3. Carilah struktur biaya yang rendah
 
Menurut Rheinald Khasali, berwirausaha bukan bergaya hidup. Kalau bergaya hidup Anda
menghabiskan uang. Dalam wirausaha Anda mengurangi pengeluaran dan mendatangkan penghasilan. Dengan pola pikir ini, maka bisnis yang dijalankan akan membawa untung.
 
4. Gunakan teknologi, jangkau sebanyak sebanyak mungkin orang
 
Saat ini bila Anda gagap teknologi maka akan rugi. Pasalnya, dengan teknologi, pemasaran produk akan menyebar pada banyak orang tanpa mengeluarkan biaya. Dengan Twitter, Facebook, situs, atau blog, promosi akan menyebar dalam hitungan menit.
 
5. Tiupkan ruh pada brand Anda
 
Artinya memberi kekuatan dan nyawa pada brand agar bisa bergerak sendiri, hidup dan berdaya. Brand Anda adalah karakter Anda, jadi jangan berkompromi pada hal-hal yang bisa merusak reputasi dan karakter Anda, karena akan berpengaruh pada brand. Buatkan story telling tentang brand Anda, biasanya orang suka pada kisah di balik sebuah produk.
 
6. Entrepreneurship DNA
 
Jangan percaya pada mitos, bahwa orang Padang jago berdagang, atau orang China pandai berbisnis. Semua orang bisa berbisnis dan memiliki entrepreneurship DNA. Caranya dengan meluaskan pengetahuan, banyak bergaul dengan pengusaha sukses yang beretika, dan bekerja keras.
 
7. Bersahabat dengan ketidakpastian
 
Dalam bisnis sering terjadi ketidakpastian, bahkan bisnis dianggap kegiatan berselancar di antara gelombang ketidakpastian. Ketidakpastian terjadi bila kita tidak mengenali sesuatu, jadi cara mengatasinya tak lain bersahabat dengan ketidakpastian itu. Cari data dan informasi, sampai Anda mengenali ketidakpastian itu serta risikonya.

Entrepreneur : Mengubah Rongsokan Menjadi Emas

Salah satu jalan untuk membuat Indonesia sejahtera dan terbebas dari kemiskinan adalah dengan meningkatkan bahkan melipatgandakan jumlah enterpreneur di Indonesia. Sebuah negara akan sejahtera jika memiliki enterpreneur paling tidak 2 persen dari jumlah penduduk. Untuk kasus Indonesia yang berbenduduk kurang lebih 200 juta maka diperlukan sekitar 4 juta enterpreneur, faktanya Indonesia hanya memiliki sekitar 400 ribu saja. Diperlukan 10 kali lipat lagi jumlah enterpreneur di Indonesia dengan kondisi saat ini.

Anda tertarik berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan diri anda sendiri dan penduduk Indonesia? Jika ya maka  Jadilah enterpreneur. Enterpreneur adalah orang yang mampu mengubah Kotoran dan rongsokan menjadi Emas, itulah istilah yang dikemukakan oleh Pak Ci, sebutan akrab Konglomerat Kondang Ciputra.

Pengalaman Pak Ciputra mengawali bisnis dari nol sampai sedemikian sukses menghasilkan kesimpulan tersebut.  Pak Ciputra berangkat dari keluarga miskin kemudian menapaki kehidupan  berenterpreneur hingga akhirnya sukses dan sejahtera tidak kekurangan.Dalam konteks Indonesia,  Enterpreneur merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia sejahtera, pengalaman hidup Pak Ciputra merupakan bukti bahwa enterpreneurship merupakan jembatan “pintas” untuk hidup lebih sejahtera. Enterpreneurship mampu menjadikan kita melompat dalam kehidupan yang lebih sejahtera.

Perjalanan menjadi enterpreneur tidaklah mudah , harus siap bekerja keras dan tahan banting dan selalu kreatif. Namun demikian enterpreneur mampu mengubah sesuatu yang tidak bernilai ( rongsokan dan kotoran) menjadi sesuatu yang bernilai (emas).

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan di dalam menjalani proses sebagai seorang enterpreneur yang sukses :

  • Pandai dan Jeli Menciptakan peluang usaha , enterpreneur tidak hanya mencari peluang tetapi kreatif dan aktif menciptakan peluang-peluang usaha baru.
  • Enterpreneur juga harus mampu melakukan inovasi-inovasi baru dalam bisnis. Sukses di dalam bisnis tidak bisa hanya mengcopy sukses orang lain tetapi juga inovasi di dalamnya.
  • Berani mengambil resiko yang terukur.

Enterpreneur tidak hanya menunggu peluang bisnis tetapi menciptakan banyak peluang bisnis. Setiap hal bisa menjadi peluang bisnis jika dalam diri seseorang tertanam jiwa enterpreneur. Maka sangat relevan jika Pak Ci Membuat istilah enterpreneur adalah mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas.

Tips Bisnis Rongsokan

Barang-barang rongsokan seperti plastik, kertas, tembaga, dan sebagainya banyak melimpah di sekitar kita. Hal tersebut tanpa disadari menjadi sebuah peluang bisnis yang tidak hanya menggiurkan, tetapi juga akan mendatangkan keuntungan lumayan. Meski terkesan ‘jorok’, namun perputaran uang dalam bisnis ini lebih cepat dari usaha-usaha lainnya. Barang-barang rongsokan yang memiliki harga jual tinggi antara lain besi rongsokan, kemudian plastik/ koran bekas. Untuk besi rongsokan memang susah untuk didapat, berbeda dengan kertas/ koran bekas yang dapat dengan mudah ditemukan di rumah-rumah ataupun perkantoran.

Bisnis ini bagi kebanyakan orang dikatakan bisnis “pemulung”, namun hasil dari bisnis ini bisa disejajarkan dengan usaha-usaha lainnya yang lebih mentereng. Menurut seorang pengusaha barang bekas yang selama ini membuka usahanya di kawasan Cimanggis, Depok, untuk membuka usaha ini diperlukan kerja keras, semangat, dan positif thinking. Karena jika tidak, maka peluang bisa diambil pihak lain yang juga menggeluti usaha dibidang yang sama. “Karena usaha ini bergulir terus. Setiap hari ada saja barang baru yang datang untuk dibeli dari pengepul. Jadi, persaingan juga ketat,” imbuhnya tanpa mau menyebutkan berapa keuntungan yang diperolehnya setiap bulan dari usahanya ini.

Menjadi pengepul barang bekas memang memerlukan tekad dan berani malu, karena tidak sedikit pula orang yang ragu dan merasa jorok dengan usaha semacam ini. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memiliki tempat penampungan. Kemudian setelah itu Anda hanya perlu mencari informasi tentang harga beli dan jual barang-barang bekas di wilayah Anda, cari yang paling murah harga belinya. Kemungkinan perbedaan harganya hanya 100 sampai 200 rupiah, tapi percayalah uang receh itu nantinya yang membuat usaha anda besar apalagi bila transaksi nya sampai berton-ton. Terlebih jika Anda menjalin sebuah kesepakatan dengan pengepul yang lebih besar dikota Anda, apabila Anda sanggup menyediakan barang bekas dengan jumlah tertentu, kemungkinan besar Anda akan diberi harga yang lebih murah sehingga margin keuntungan anda akan lebih besar.

Setelah itu Anda perlu promosi usaha Anda, baik itu melalui iklan baris di koran-koran dengan ataupun dengan memberitahu ke orang-orang terdekat Anda tentang usaha yang dirintis ini. promosi dari mulut ke mulut akan lebih efektif pastinya, bila hal tersebut dirasa masih kurang dan Anda masih punya dana, tidak ada salahnya buat selebaran pemberitahuan yang disebar disekitar rumah Anda. Selebaran ini cukup dari kertas buram biasa tetapi dengan bahasa yang menarik. Cantumkan nama, alamat Anda, no telp, dan kesediaan Anda untuk mengambil barang2 bekas dari pelanggan dengan harga yang pantas.

Kunci untuk sukses dalam usaha ini adalah sabar, karena proses ini memang tidak instan, seorang anak umur 18 tahun di kota Malang mulai merintis bisnis ini dengan modal hanya 300rb dari uang tabungannya, harus menunggu selama 1 bulan lebih untuk mendapatkan pelanggan pertamanya, dan usahanya kini ber omset 20 sampai 25 juta dalam 1 bulan, transaksi dalam sebulan mencapai 2 sampai 3 ton barang-barang bekas. Jadi, ingat juga rumus ‘kalau ada satu, berarti ada dua’, sehingga Anda harus menunggu pelanggan pertama muncul, karena pasti berikutnya ada pelanggan kedua.

Diolah dari berbagai sumber

 

Beralih Pemilik

Bismilah, dengan hanya menerima 3 juta rupiah, Lapak ini secara resmi saya terimakan kepada Sdr. Supio dan Sdr Joni untuk terserah mereka manfaatkan dengan sebaik-baiknya guna mengembangan usaha dan mencari nafkah.

« Older entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.